Tanbo - Seni Melukis pada Ladang Sawah

Seni tanaman yang menakjubkan telah bermunculan di seluruh sawah di Jepang. Tapi ini bukan ciptaan alien - desain yang ditanam dengan cerdik oleh petani. Para petani menciptakan gambar besar dengan tidak menggunakan tinta atau pewarna. Sebaliknya
, warna yang berbeda dari tanaman padi dengan tepat dan strategis diatur dan ditanam di sawah. Seni ini dinamakan seni Tanbo.


Semuanya dimulai pada tahun 1993 ketika desa Inakadate, sekitar 600 km utara Tokyo, berusaha untuk menciptakan sebuah proyek yang akan 'menghidupkan kembali' ekonomi lokal. Mereka membutuhkan cara untuk menarik wisatawan Jepang dan kemudian lahirlah seni sawah ini.


Setiap bulan April, warga bertemu dan memutuskan padi apa yang akan ditanam untuk tahun ini. Sebelum tanam, petani mensketsa desain pada komputer untuk mencari tahu di mana dan bagaimana padi-padi mereka ditanam. Pada tahun 2007, lebih dari 700 orang membantu menanam desain. Di Inakadate, luas ladang yang digunakan adalah sekitar 15.000 meter persegi (3,7 hektar). Waktu terbaik untuk melihat karya seni sawah adalah pada bulan September.


Empat jenis heirloom dan strain padi modern ditanam dan dibudidayakan untuk menciptakan seni padi. Misalnya, padi kodaimai yang berdaun ungu dan kuning digunakan bersama dengan hijaunya daun padi lokal, Tsugaru, varietas roman.


Desa-desa lain seperti Yonezawa di Prefektur Yamagata, telah mulai menciptakan karya seni Tanbo mereka sendiri. Meningkatnya perhatian dan persaingan telah membuat masing-masing desa untuk menciptakan tanbo yang lebih besar setiap tahun, juga menggabungkan figur yang lebih kontemporer dalam budaya Jepang seperti Naruto dan Mazinger Z.



Dengan karya seni yang semakin membesar, lebih dari 15.000 meter persegi (3,7 hektar), menara-menara yang digunakan untuk melihat telah didirikan di desa-desa yang berpartisipasi untuk memungkinkan wisatawan benar-benar melihat dan menghargai bentuk raksasa dari seni tanah.